SEKILAS INFO
18-02-2020
  • 3 bulan yang lalu / Mari dukung SMAN 3 Lumajang dalam ajang SMA Awards 2019
  • 5 bulan yang lalu / SMA Negeri 3 Lumajang …….. Jujur, Disiplin dan Berprestasi
11
Feb 2020
SEPARUH JIWAKU TERTAMBAT DI  HOME STAY 2020

Pasrujambe –  SMA Negeri 3 Lumajang Jum’at (17-19/2020) mengadakan kegiatan Bakti Sosial Smaga Save Our Nation (SSON). Kegiatan SSON ini bertempat di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. pukul 15.00 WIB semua peserta, panitia, dan pendamping diharap berkumpul di halaman depan SMA 3 Lumajang untuk check-in. Pemberangkatan menggunakan truk polisi, seluruh peserta sangat antusias dan penuh semangat meskipun jalanan yang dilewati berliku. Setelah sampai di Balai Desa  Sembon Kecamatan Pasrujambe, hal pertama yang diikuti yaitu pengarahan, seluruh perserta mendengarkan pengarahan oleh Bapak Kades, namun karena ada halangan maka digantikan oleh Sekretaris Kades. Pada pengarahannya, beliau menyampaikan bahwa   Kecamatan ini bisa dibilang Kecamatan terbesar di Kabupaten Lumajang, karena terdapat salah satu desanya 1/3 Kecamatan. Setelah selesai pengarahan oleh Bapak Wakades, kemudian sambutan tersebut dilanjutkan oleh Bapak Purwo Santosa, S. Pd. selaku pendamping kegiatan SSON ini dan Waka Kesiswaaan SMA Negeri 3 Lumajang. Usai pengarahan, seluruh peserta langsung menuju ke Base Camp dan segera check-in lagi untuk bisa mengambil konsumsi yang sudah disediakan panitia.

Pascasalat Magrib, semua peserta membentuk beberapa kelompok. Kelompok laki-laki dibagi menjadi 3 kelompok, dengan rincian 2 kelompok berisi 3 anak dan 1 kelompok berisi 2 anak. Sedangkan kelompok perempuan pun juga dibagi menjadi 3 kelompok, dengan rincian 2 kelompok berisi 2 anak dan kelompok yang satuya berisi 3 anak dan semua peserta berasal dari kelas X. Setelah selesai pembagian kelompok, panitia segera membertahu letak di mana rumah inang yang ingin peserta tempati dan ikuti untuk kegiatan home stay, yang tentunya sudah mendapatkan izin dari yang punya rumah atau bapak Kades.

Sesampainya peserta Baksos di rumah inang, peserta kegitan ditugaskan untuk memberikan sembako yang sudah disediakan dan diharapkan untuk segera bisa beradaptasi dengan pemilik rumah agar nantinya tidak ada rasa canggung saat mengikuti home stay. Saya (Jurnalis – Dwey Charis, Siswa Kelas X IPS 1 SMA Negeri 3 Lumajang, red)  ditakdirkan ketika itu menempati rumah milik Ibu Dini, umur beliau sekitar 60 tahun, karena waktu saya bertanya tentang akta kelahirannya, Ibu Dini menyampaikan bahwa orang zaman dahulu tidak mencetak bukti atau akta kelahiran seseorang. Namun, Ibu Dini dapat menceritakan tentang beberapa riwayat hidupnya. Menurut cerita beliau, Ibu Dini mempunyai 2 orang anak, anak yang pertama sudah menikah dan tinggal di Kalimantan dan yang satu lagi masih bersekolah di Lampung. Ibu Dini kini tinggal bersama seorang cucunya dari anak yang pertama tetapi setelah cucunya sudah selesai menempuh pendidikan SD, cucunya pun akhirnya ikut Ibunya tinggal di Kalimantan. Dan saat ini, tinggalah beliau seorang diri dan terkadang Ibu Dini juga sedih karena si anak kurang berkomunikasi (memberi kabar).

Berbagai rasa menyelimuti hati kami yang mendengarkan kisah Ibu Dini malam itu. Rasa kantuk pun akhirnya menyerang kami seiring malam yang bertambah pekat. Sebelum tidur tak lupa kami mempersiapkan diri agar keesokan harinya bisa mengikuti kegiatan Ibu Dini dengan baik dan semangat. Bangun Subuh, kami langsung salat, kemudian bersiap diri menyiapkan makan pagi  untuk sarapan. Semua peserta wajib memasak sendiri dengan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan dan makanan yang dimasak harus cukup dengan jumlah keluarga yang di rumah inang. Selesai memasak semua peserta wajib mengikuti kegiatan/keseharian di rumah inang yang masing-masing peserta tinggali. Kegiatan masing-masing beserta bermacam-macam, ada yang berkebun, membersihkan kandang hewan peliharaan, mengantarkan anak/cucu ke sekolah, mencari pakan hewan ternak dll. Tetapi terkadang hewan ternak yang mereka rawat bukanlah hewan ternak mereka sendiri, melainkan hewan ternak orang lain yang mereka rawat agar mendapatkan upah. Setelah seharian penuh mengikuti pemilik rumah inang yang mereka tempati, maka pada malam hari terdapat acara Pensi (pentas seni) yang bertujuan memberikan hiburan pada masyarakat sekitar. Waktu menunjukan pukul 21.30 WIB semua peserta wajib kembali ke rumah inang masing-masing untuk tidur.

Hari kedua di home stay, kami tetap beraktivitas seperti pada hari sebelumnya. Bangun pagi lalu salat Subuh. Tepat pukul 11.00 WIB semua harus check-in di Base Camp untuk persiapan pulang ke SMA Negeri 3 Lumajang. Sebelumnya seluruh peserta home stay juga harus merapikan rumah inang yang sudah mereka tinggali sebelumnya dan berpamitan kepada pemilik ataupun keluarga yang ada di rumah inang tersebut. Tiba waktunya kami pun berpisah dengan Ibu Dini, yang sudah menggoreskan cerita bersama kami selama dua hari ini. Rasa haru mendekap dada. Kami pun berpamitan. Kami tak akan melupakan semua kenangan indah ini. Semoga tetap terjalin tali silaturahmi yang baik bersama dengan keluarga rumah inang, seumpama  ada waktu senggang, bolehlah kami  bermain ke rumah inang  dan pastinya para pemilik rumah inang akan menyambut kami dengan hangat. Dan…  kini separuh jiwaku tertambat pada home stay 2020 ini. Walau, truk itu pun akhirnya telah membawa kami kembali  pulang. Jurnalis SMAGADwey Charis dan Leni Agustin